Archive for October, 2006

Operator favorit Anda

Saturday, October 21st, 2006

Nomor saya yang simpati 081315xxx telah hangus. Sedih? Ya dikit sih. Gara2 lupa ngecek jadwal isi pulsa. Ya ginilah kalo kebanyakan punya nmr. Tapi ada baiknya juga kali yah, kan hp 3, nmr 4, kelebihan nmr 1. Sekarang jadinya pas 3. Beruntung bukan simpati utama yang hangus.

Sekarang sedang berencana ingin membeli nomor lagi, pra bayar tentunya. Kalo pasca, duh bisa tongpes deh. Cuma masih binun ni mau beli apa yah. Any idea? Saya dah punya simpati, mentari, en IM3. Kasih komen yah operator pilihan Anda apa en alasannya? Thx..

Kok Bisa Yah?

Saturday, October 14th, 2006

Capek banget baru dateng dari luar kota. Hari ini keliling Indramayu, Subang, ma Bekasi. Nyampe rumah kira2 jam 20. Ba’dha tarawih langsung deh nyalain YM. Trus di offline msg kok ada msgnya Edu, nanya apa maksud testi gw. Heh? Ya gw binun maksud dy nanya gt apa, rasanya testi gw biasa ajah, gw cuma niat bales testi dy ajah. Gw pikir2 lagi, apa ada yang salah yah ma testi gw. Daripada dipikir kepanjangan, gw buka juga tu FS Edu, en…. jreng.. jreng… Masya Allah ternyata gw salah ketik. Waktu baca testi itu, nafas gw jadi pendek deh.. oups salah ketik bo! Trus gw liat di atasnya ada testi dari ce-nya?? Ce-nya kan yah?? Probably.. Kayaknya marah gt. Halah mak ini salah paham, karena salah ketik.

Ihwalnya.. niat gw cuma mau bales testi dy, en gw binun mau nulis apa. Trus gw pikir kan tahun lalu dy ga ikut buka bareng, ya udah gw tulis ajah: "Kalo dah bubar, ikutan atuh nyaaak..". Sumpah deh gw salah nulisnya tuh, harusnya gw nulis: "Kalo da bubar, ikutan atuh nyaaak..". Ga pake "h"… sumpret d…..

Beneranlah gw ga pernah nyumpahin orang buat bubaran. Ni lah akibat dari singkatan en salah ketik, bisa jadi berabe. Untung yah gw nyadar cepet, kalo ga.. aiiiih meneketehe :p. Niat baik kok jadinya begini yah?? Ya semoga yang salah paham diluruskan secepatnya, biar gw juga tenang jadinya. Baru sadar gw sekarang, kenapa ya profile gw diliatin.. hehehehe…

Berjuang Melawan Sakit

Friday, October 6th, 2006

Hari ini merupakan hari ketiga saya harus berjuang melawan sakit. Dimulai dari tiga hari yang lalu, tepatnya pada hari Rabu. Saat itu saya merasakan sakit tenggorokan biasa, saya pikir nanti juga cepat sembuhnya. Hari kedua badan saya mulai semakin tidak enak. Mata terasa panas sekali dan nafsu makan tidak ada. Awalnya sih saya cuma merasa demam, tapi makin lama malah kedinginan. Banyak yang menyarankan agar ke dokter, tapi saya malas sekali bila harus meminum obat. Saya merasa kedinginan tapi alhamdulillah tidak sampai menggigil. Saya kenakan kaos kaki en jaket untuk menghangatkan tubuh saya, rasanya sudah seperti di kutub utara (maaf sedikit hiperbola :p).

Sorenya ketika mama pulang kerja, langsung menghampiri saya yang sudah meringkuk ngeleyot (???) di kasur. Mama kaget karena panas saya tinggi sekali. Dengan santainya saya berujar: "Ma, panas gmn, orang ade kedinginan kok". Silly anwser right?? I know exactly what’s happening but still I can make some stupid joke. Kontan saja Mama tambah panik mendengar jawaban saya. Tapi saya memang ga bohong kok kalo kerasanya dingin. Ga da alasan lagi bagi saya untuk mengelak dari dokter. Argh akhirnya badan saya menyerah juga, hiks3x…

Saya maunya hanya ke dokter yang di dekat rumah saya. Selain cepat, obatnya juga cocok. Kalo berobat ke Bogor Baru, ke dokter Andi yah.. hehehe (promosi dokter saya ni.. :D). Ternyata saya menderita pharingitis akut. Apa itu? En apa bedanya dengan pharingitis kronik? Kapan2 yah saya jelaskan. Sabar ya, biar penasaran dulu :p.

Alhamdulillah setelah minum obat, badan saya mulai berkeringat. Itu pertanda yang baik untuk penurunan demam. Kemaren saya sudah ingin begadang lagi seperti biasa, tapi apa dayalah badan saya memang tidak kuat. Lagian obatnya juga bikin ngantuk, jadi tidur cepet deh. Ga pake obat aja tidur pules palagi pake obat, puleeeeeeeeeeeeez bgt. Malemnya saya keukeuh tidur di atas, di kamar sendiri. Padahal kalo mau butuh apa2 ribet juga sih harus turun ke bawah, tapi ya mang dah pewe tidur di kasur sendiri. Selain itu saya juga minta tidur ga usah ditemenin. Saya lebih suka tidur sendiri sih. Kata mama: "kalo punya suami gmn?". Mom, that’s different :D.

Day 3.. keadaan sudah makin membaik. Makan sudah lebih enakan dan tidak terasa mual. Hanya saja tenggorokan masih sakit en masih malas untuk bicara. Maaf bgt yah buat siapa saja yang telponnya merasa tidak saya angkat. Bukannya saya tidak mau, tapi saya belum mampu bicara, masih terasa sakit kalo bicara. Alhamdulillah getting better.. at least dah bisa nulis blog kan?? hehehhe…

Well, seharusnya besok saya ke Ciamis. Tapi karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, jadinya batal deh. Home alone? Ga kok, kan ada kucingku Koming tercinta :p. Semua ini pasti ada hikmahnya kok. Hanya bagaimana cara kita mensyukuri suatu kejadian, baik itu musibah maupun kebahagiaan.

Endometriosis

Tuesday, October 3rd, 2006
Endometriosis, Penyebab Kemandulan

Endometriosis, keadaan di mana jaringan selaput lendir rahim berada di luarrongga rahim, kini banyak menyerang kaum wanita. Jaringan selaput lendirtersebut tumbuh di otot rahim, ovarium, atau bahkan bisa juga di organ-organlainnya seperti usus, paru-paru dan sebagainya.

Menurut suatu survey kedokteran, endometriosis paling banyak ditemukan padawanita usia reproduksi sehat, yaitu antara 20-35 tahun. Kelainan ginekologiini diklaim sebagai penyebab kemandulan paling tinggi bila dibandingpenyebab lainnya."Sekitar 10 persen sampai 25 persen yang terserang endometriosis adalahmereka yang pada kondisi reproduksi sehat. Kemungkinan kemandulan yangdisebabkan endometriosis mencapai 25 persen hingga 50 persen." Demikiandiungkapkan Dr Julianto Witjaksono, spesialis obstetri ginekologi RS MitraKeluarga dalam seminar mengenai endometriosis di RS tersebut, akhir bulanlalu.

BentukMenurut Julianto, endometriosis berkembang sesuai perkembangan lapisanendometrium (lapisan rahim paling luar dalam rongga rahim, Red). Pada masapra-ovulasi, endometriosis (juga endometrium) mengalami penebalan akibatpengaruh hormon estrogen dan progesteron.

"Bila si wanita tidak hamil, maka lapisan endometrium akan rontok berupadarah haid sekitar 14 hari setelah ovulasi. Demikian pula hanya denganbercak endometriosis," lanjutnya.Endometriosis dapat juga ditemukan dalam bentuk kista berupa jaringan berisidarah haid pada ovarium (alat kelamin dalam yang membentuk sel telur padawanita,Red). Biasanya kantong tersebut berwarna coklat sehingga disebutsebagai kista coklat.

"Penyebab timbulnya endometriosis adalah karena terhambatnya aliran darahhaid dari dalam rahim ke vagina, sehingga darah tersebut tumpah melaluisaluran rahim (tuba falopii) ke dalam rongga perut. Namun ada juga karenafaktor turunan. Bila sang ibu menderita endometriosis, kemungkinan besaranaknya juga terkena hal yang sama," terang Julianto lagi.

AkibatWanita yang menderita endometriosis seringkali merasakan sakit beberapa harimenjelang haid (dismenorea). "Ini karena meningkatnya kadar prostaglandindalam otot rahim sehingga berkontraksi kuat. Selain itu dapat puladisebabkan meningkatnya reaksi peradangan oleh sel endometriosis,"ungkapnya. Atau dapat juga timbul rasa sakit ketika melakukan hubungan intim(dispareunia), akibat meningkatnya reaksi peradangan jaringan vagina dansekitarnya oleh sel endometriosis.

Karena itu, beberapa wanita yang menderita endometriosis biasanya akankehilangan gairah seksual, hingga cenderung menghindari hubungan seksual.Akibat terparah tentu adalah terganggunya keharmonisan hubungan suami istri."Tumbuhnya sel endometriosis juga dapat menimbulkan dampak psikologis bagipenderitanya. Bila menjelang haid biasanya si penderita akan mengalami sakityang luar biasa. Beberapa kali sempat terjadi, mereka yang belum menikahmeminta agar rahim mereka diangkat agar rasa sakit itu tidak lagi terjadi,"kata Julianto tanpa merinci lebih jelas jumlah kasus tersebut.

Akibat langsung yang dirasakan penderita endometriosis adalah kurangnyaproduktifitas kerja serta aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu akanberdampak tidak sehat pula bagi para wanita karier yang produktivitaskerjanya sangat diperhitungkan."Namun ada pula kasus endometriosis ringan di mana tidak ditemukan adanyakeluhan apa pun pada wanita yang menderitanya. Dan 80% hingga 90% tidakmenimbulkan masalah pada kesuburan atau kemampuan untuk hamil," demikianJulianto.Pertumbuhan endometriosis yang meluas dan telah mencapai sebagian besarrahim biasanya akan memberikan dampak kesulitan pada proses kehamilan. Namunbila ternyata hamil juga akan menimbulkan kesulitan persalinan.

Efek yang paling merugikan dari adanya endometriosis adalah sangat berkaitandengan masalah kesuburan seperti yang telah diungkapkan di atas. Keadaan initerjadi akibat terganggunya fungsi tuba dan ovarium akibat perlekatan danperadangan oleh sel endometriosis."Meningkatnya kadar prostaglandin akan menghambat proses ovulasi, masuknyasel telur ke dalam tuba, pembuahan dan implantasi embrio," jelas Juliantolagi.

PengobatanEndometriosis tentu saja hanya dapat didiagnosa oleh dokter melaluipemeriksaan-pemeriksaan fisik dan laboratorium. Salah satu contohpemeriksaan fisik adalah perabaan ada tidaknya benjolan-benjolan di daerahsekitar vagina."Bila perlu dapat juga memasukkan teropong melalui pusar ke dalam ronggaperut untuk mengetahui di mana saja sebaran bercak endometriosis di sekitarorgan reproduksi. Atau dapat juga ditambahkan penunjang pemeriksaan lainnyaseperti USG atau CT-scan."

Pada kasus-kasus endometriosis ringan tidak diperlukan pengobatan serius.Namun pada kasus-kasus berat biasanya dokter akan memberikan obat-obatan danbahkan pembedahan."Obat-obatan yang diberikan adalah jenis medisin yang fungsinya menekanperkembangan endometrium. Pada era tahun 1990-an diberikan obat hormon antiGnRH (agonis/antagonis GnRH) yang bekerja sentral pada otak manusia sehinggamenyebabkan ovarium tidak mampu menghasilkan hormon estrogen danprogesteron. Dengan demikian diharapkan endometriosis akan mati. Bilapengobatan tidak memberikan perbaikan maka dokter akan melakukanpengangkatan endimetriosis," jelasnya. (ssy)

Sumber: balita-anda@indoglobal.com