Endometriosis
Endometriosis, Penyebab Kemandulan
Endometriosis, keadaan di mana jaringan selaput lendir rahim berada di luarrongga rahim, kini banyak menyerang kaum wanita. Jaringan selaput lendirtersebut tumbuh di otot rahim, ovarium, atau bahkan bisa juga di organ-organlainnya seperti usus, paru-paru dan sebagainya.
Menurut suatu survey kedokteran, endometriosis paling banyak ditemukan padawanita usia reproduksi sehat, yaitu antara 20-35 tahun. Kelainan ginekologiini diklaim sebagai penyebab kemandulan paling tinggi bila dibandingpenyebab lainnya."Sekitar 10 persen sampai 25 persen yang terserang endometriosis adalahmereka yang pada kondisi reproduksi sehat. Kemungkinan kemandulan yangdisebabkan endometriosis mencapai 25 persen hingga 50 persen." Demikiandiungkapkan Dr Julianto Witjaksono, spesialis obstetri ginekologi RS MitraKeluarga dalam seminar mengenai endometriosis di RS tersebut, akhir bulanlalu.
BentukMenurut Julianto, endometriosis berkembang sesuai perkembangan lapisanendometrium (lapisan rahim paling luar dalam rongga rahim, Red). Pada masapra-ovulasi, endometriosis (juga endometrium) mengalami penebalan akibatpengaruh hormon estrogen dan progesteron.
"Bila si wanita tidak hamil, maka lapisan endometrium akan rontok berupadarah haid sekitar 14 hari setelah ovulasi. Demikian pula hanya denganbercak endometriosis," lanjutnya.Endometriosis dapat juga ditemukan dalam bentuk kista berupa jaringan berisidarah haid pada ovarium (alat kelamin dalam yang membentuk sel telur padawanita,Red). Biasanya kantong tersebut berwarna coklat sehingga disebutsebagai kista coklat.
"Penyebab timbulnya endometriosis adalah karena terhambatnya aliran darahhaid dari dalam rahim ke vagina, sehingga darah tersebut tumpah melaluisaluran rahim (tuba falopii) ke dalam rongga perut. Namun ada juga karenafaktor turunan. Bila sang ibu menderita endometriosis, kemungkinan besaranaknya juga terkena hal yang sama," terang Julianto lagi.
AkibatWanita yang menderita endometriosis seringkali merasakan sakit beberapa harimenjelang haid (dismenorea). "Ini karena meningkatnya kadar prostaglandindalam otot rahim sehingga berkontraksi kuat. Selain itu dapat puladisebabkan meningkatnya reaksi peradangan oleh sel endometriosis,"ungkapnya. Atau dapat juga timbul rasa sakit ketika melakukan hubungan intim(dispareunia), akibat meningkatnya reaksi peradangan jaringan vagina dansekitarnya oleh sel endometriosis.
Karena itu, beberapa wanita yang menderita endometriosis biasanya akankehilangan gairah seksual, hingga cenderung menghindari hubungan seksual.Akibat terparah tentu adalah terganggunya keharmonisan hubungan suami istri."Tumbuhnya sel endometriosis juga dapat menimbulkan dampak psikologis bagipenderitanya. Bila menjelang haid biasanya si penderita akan mengalami sakityang luar biasa. Beberapa kali sempat terjadi, mereka yang belum menikahmeminta agar rahim mereka diangkat agar rasa sakit itu tidak lagi terjadi,"kata Julianto tanpa merinci lebih jelas jumlah kasus tersebut.
Akibat langsung yang dirasakan penderita endometriosis adalah kurangnyaproduktifitas kerja serta aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu akanberdampak tidak sehat pula bagi para wanita karier yang produktivitaskerjanya sangat diperhitungkan."Namun ada pula kasus endometriosis ringan di mana tidak ditemukan adanyakeluhan apa pun pada wanita yang menderitanya. Dan 80% hingga 90% tidakmenimbulkan masalah pada kesuburan atau kemampuan untuk hamil," demikianJulianto.Pertumbuhan endometriosis yang meluas dan telah mencapai sebagian besarrahim biasanya akan memberikan dampak kesulitan pada proses kehamilan. Namunbila ternyata hamil juga akan menimbulkan kesulitan persalinan.
Efek yang paling merugikan dari adanya endometriosis adalah sangat berkaitandengan masalah kesuburan seperti yang telah diungkapkan di atas. Keadaan initerjadi akibat terganggunya fungsi tuba dan ovarium akibat perlekatan danperadangan oleh sel endometriosis."Meningkatnya kadar prostaglandin akan menghambat proses ovulasi, masuknyasel telur ke dalam tuba, pembuahan dan implantasi embrio," jelas Juliantolagi.
PengobatanEndometriosis tentu saja hanya dapat didiagnosa oleh dokter melaluipemeriksaan-pemeriksaan fisik dan laboratorium. Salah satu contohpemeriksaan fisik adalah perabaan ada tidaknya benjolan-benjolan di daerahsekitar vagina."Bila perlu dapat juga memasukkan teropong melalui pusar ke dalam ronggaperut untuk mengetahui di mana saja sebaran bercak endometriosis di sekitarorgan reproduksi. Atau dapat juga ditambahkan penunjang pemeriksaan lainnyaseperti USG atau CT-scan."
Pada kasus-kasus endometriosis ringan tidak diperlukan pengobatan serius.Namun pada kasus-kasus berat biasanya dokter akan memberikan obat-obatan danbahkan pembedahan."Obat-obatan yang diberikan adalah jenis medisin yang fungsinya menekanperkembangan endometrium. Pada era tahun 1990-an diberikan obat hormon antiGnRH (agonis/antagonis GnRH) yang bekerja sentral pada otak manusia sehinggamenyebabkan ovarium tidak mampu menghasilkan hormon estrogen danprogesteron. Dengan demikian diharapkan endometriosis akan mati. Bilapengobatan tidak memberikan perbaikan maka dokter akan melakukanpengangkatan endimetriosis," jelasnya. (ssy)
Sumber: balita-anda@indoglobal.com
This entry was posted
on Tuesday, October 3rd, 2006 at 9:01 am and is filed under Uncategorized.
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can skip to the end and leave a response. Pinging is currently not allowed.
October 3rd, 2006 at 9:23 pm
Ckckckc….. mau jadi dokter bu?
October 4th, 2006 at 10:10 pm
Iya.. hehehhe